DPR Rapat 4 Jam Bahas Timah, Ini 7 Poin Penting Simpulannya

Foto: Istimewa/dok PT Timah

Komisi VI DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan Holding BUMN Pertambangan MIND ID dan PT Timah Tbk (TINS) hari ini, Rabu (14/5/2025).

RDP yang berlangsung hingga 4 jam lamanya tersebut membahas perihal evaluasi dan pengembangan tata niaga komoditas timah di Indonesia. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini.

“Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang telah kami uraikan di atas tadi, pada kesempatan Rapat Dengar Pendapat kali ini, Komisi VI DPR RI ingin mengetahui secara langsung dari PT Mineral Industri Indonesia (Persero), MIND ID, beserta PT Timah Tbk, terkait tata kelola dan tata niaga komoditas timah sebagai komoditas mineral strategis di Indonesia,” ungkap Anggia dalam RDP Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Berdasarkan rapat tersebut, terdapat setidaknya tujuh poin simpulan sebagai berikut:

1. Komisi VI DPR RI menerima penjelasan dari Direktur Utama PT Mineral Industri (Persero) atau MIND ID dan Direktur Utama PT Timah Tbk terkait Evaluasi dan Pengembangan Tata Niaga Komoditas Timah.

2. Komisi VI DPR RI mendorong PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID dan PT Timah Tbk untuk menjalin kerja sama dengan produsen-produsen timah terbesar lainnya di dunia, dalam rangka membentuk aliansi pengatur harga timah global.

3. Komisi VI DPR RI meminta PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID dan PT Timah Tbk untuk melaksanakan hal-hal sebagai berikut:

A. Mengimplementasikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance secara lebih ketat dan konsisten, termasuk di dalamnya meningkatkan fungsi audit dan manajemen risiko, untuk mencegah terjadinya fraud dan penyelewengan di masa mendatang;

B. Melakukan transformasi perusahaan secara menyeluruh, termasuk peningkatan efisiensi operasional, serta digitalisasi proses produksi dan distribusi, guna mencapai target produksi logam timah;

C. Meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum, serta Pihak-pihak Terkait lainnya, untuk meningkatkan fungsi pengawasan terhadap praktik penambangan timah dalam rangka meminimalisasi praktik penambangan ilegal dan menanggulangi permasalahan tumpang tindih tata ruang pada Wilayah Izin Usaha Pertambangan;

D. Meningkatkan keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi pertambangan, dalam rangka menciptakan ekosistem masyarakat yang lebih sejahtera, melalui cara-cara yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kebijakan perusahaan; dan

E. Melaksanakan praktik usaha pertambangan yang berwawasan lingkungan dan menjunjung keberlanjutan.

4. Komisi VI DPR RI mendukung penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Mineral Kritis dan Mineral Strategis, dan/atau peraturan turunan lainnya, dalam rangka mendukung proses bisnis komoditas timah, termasuk mineral kritis dan mineral strategis, mengatur kewenangan PT Timah Tbk bersama Asosiasi Eksportir Timah Indonesia sebagai pemasar tunggal penjualan timah.

5. Komisi VI DPR RI mendesak Pemerintah melakukan evaluasi atas Peraturan Perundang-Undangan terkait Tata Kelola dan Proses Bisnis Timah untuk meningkatkan pengelolaan komoditas timah nasional secara profesional, transparan, dan akuntabel.

6. Komisi VI DPR RI mendesak Pemerintah segera menetapkan Harga Patokan Mineral (HPM) untuk komoditas timah.

7. Komisi VI DPR RI meminta PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID dan PT Timah Tbk untuk memberikan jawaban tertulis sejelas-jelasnya dalam waktu paling lama 7 hari kerja atas setiap pertanyaan yang diajukan oleh Anggota Komisi VI DPR RI.

“Rapat hari ini tentu diharapkan mampu memberikan rekomendasi dan masukan, serta tentunya dari para anggota, respons atau kritikan yang membangun untuk perbaikan tata kelola dan tata niaga komoditas timah, termasuk di dalamnya adalah perbaikan proses bisnis, penguatan regulasi, serta peningkatan fungsi pengawasan agar timah Indonesia semakin berjaya di pasar global,” tandas Anggia.

https://id.pinterest.com/vetypermatasari/
https://id.pinterest.com/RubitotoVip/
https://id.pinterest.com/TamuwinVip/
https://id.pinterest.com/Map4dVip/
https://id.pinterest.com/Bina4dVip/
https://www.deviantart.com/map4dvip
https://www.deviantart.com/tamuwinvip
https://www.deviantart.com/rubitotovip
https://www.deviantart.com/bina4dvip

Logo Google di iPhone dan HP Android Berubah, Banyak yang Belum Sadar

FILE - In this Monday, Nov. 5, 2018, file photo, a woman walks past the logo for Google at the China International Import Expo in Shanghai. Chinese tech giant Huawei is racing to develop replacements for Google apps. U.S. sanctions imposed on security grounds block Huawei from using YouTube and other popular Google

Google memperbarui ikon ‘G’ yang sudah menjadi simbol raksasa teknologi ini.

Setelah 10 tahun, kini logo Google tak lagi menggunakan warna solid. Sebagai gantinya, mereka menerapkan teknik gradasi pada empat warna yang sudah menjadi ciri khasnya.Kini transisi dari satu warna ke warna lainnya lebih halus dan memberikan kesan modern.

Modernisasi ini terasa sejalan dengan apa yang sudah Google terapkan terhadap Gemini. kecerdasan buatan (AI) milik Google tersebut punya tampilan yang serupa, dengan gradasi warna lebih glowing di shortcut-nya.

Saat ini logo barunya sudah digunakan oleh aplikasi Google Search yang bisa dinikmati para pengguna iOS. Sementara itu, pada Senin (12/5), 9to5google melaporkan bahwa ikon yang dimaksud hadir di Android melalui aplikasi Google versi 16.18 (beta).

G versi lama masih digunakan di website dan perangkat Android lainnya. Namun, dalam waktu dekat kabarnya perubahan ini bisa dilihat di semua perangkat Android.

Google belum menyatakan secara resmi soal perubahan desain juga akan dilakukan di produk lain mereka seperti Chrome, Maps, Gmail, dan Drive. 

Ini adalah perubahan kecil yang mungkin tidak langsung disadari oleh para penggunanya. Mereka juga tidak memperbarui logo utamanya yang terdiri dari enam huruf itu. Jadi sementara belum ada kejelasan terkait apakah Google akan menyesuaikan logo pada produk lainnya atau tidak.

Berdasarkan pantauan, aplikasi Google Search yang tersedia di iOS, gradasi warnanya baru diimplemantasikan di bagian shortcut-nya saja. Jika masuk ke dalamnya, baik logo utama Google, ikon mikrofon, dan Google Lens yang ada di kolom pencarian masih menggunakan warna solid.

Untuk penggunaan warna solid pada ikon G pertama kali diluncurkan Google pada 2015. Saat itu mereka mengganti ikon ‘g’ biru kecil dengan ‘G’ empat warna seperti yang orang-orang lihat sekarang.

“Seperti yang akan Anda lihat, kami telah mengambil logo dan merek Google, yang awalnya dibuat untuk satu halaman browser desktop, dan memperbaruinya untuk dunia komputasi yang lancar di berbagai perangkat dan berbagai jenis input (seperti ketuk, ketik, dan bicara),” kata Google 10 tahun lalu (1/9).

Rahasia Makanan Konklaf Terkuak, Ayam Panggang Dilarang-Ini Alasannya

Para Kardinal elektor menghormat altar kudus sebelum menuju kursi masing-masing sebelum konklaf 2025 dimulai. (YouTube/EWTN Vatican)

Selama lebih dari 750 tahun, ada satu rahasia yang selalu dijaga rapat di balik pintu Kapel Sistina setiap kali Gereja Katolik memilih Paus baru, yakni soal makanan para kardinal.

Ternyata, soal makan ini bukan sekadar urusan kenyang. Melansir BBC, sejak abad ke-13, ada aturan ketat tentang apa yang boleh dan tidak boleh disantap para kardinal selama konklaf. Semua demi satu tujuan, mencegah adanya pesan tersembunyi yang bisa diselundupkan lewat ayam panggang, ravioli, bahkan serbet makan.

Kalau pekan lalu para pelancong di Roma kebetulan sempat melihat pemandangan unik, di mana para kardinal berseliweran di restoran favorit mereka. Tepat sebelum konklaf ini dimulai, banyak dari mereka tampak menikmati makan malam terakhir mereka sebagai “orang biasa” sebelum masuk ke masa isolasi total. Media Italia pernah membocorkan, di konklaf 2013 lalu, Kardinal Donald Wuerl gemar makan lasagna di Al Passetto di Borgo, restoran keluarga tak jauh dari Basilika Santo Petrus. Sementara Kardinal Francesco Coccopalmerio lebih memilih cumi panggang.

Mereka paham betul, begitu konklaf dimulai, pada tanggal 7 Mei 2025, makanan enak di luar akan jadi kemewahan yang jauh dari jangkauan.

Makan di Bawah Pengawasan Ketat

Konklaf adalah momen sakral Gereja Katolik, dimana 133 kardinal berkumpul, mengunci diri di Kapel Sistina, tanpa kontak apa pun dengan dunia luar. Seluruh aktivitas mereka, termasuk makan, tidur, dan memilih Paus, berlangsung dalam isolasi penuh. Hanya satu “kode” yang diizinkan keluar, yaitu asap putih, yang berarti Paus telah terpilih, asap hitam tandanya pemungutan suara harus diulang.

Sejak dulu, makanan dianggap sebagai celah paling rawan. Bayangkan saja, siapa yang bisa jamin ravioli tidak disisipi secarik pesan rahasia? Atau serbet makan tidak dijadikan alat komunikasi?

Itulah kenapa ada protokol makan superketat yang berlaku sampai hari ini. Sejak Konklaf Lyon tahun 1274, Paus Gregorius X menetapkan para kardinal harus diisolasi sepenuhnya. Kalau tiga hari belum ada hasil, jatah makan dikurangi menjadi sekali sehari. Kalau sudah lewat delapan hari, hanya roti dan air.

Di masa Renaisans, Paus Clement VI sedikit “melunak”, mengizinkan tiga jenis makanan sehari, sup, hidangan utama (ikan, daging, atau telur), dan buah atau keju. Tapi tetap, pengawasan makan tetap super ketat.

Bartolomeo Scappi, koki legendaris zaman itu, bahkan mendokumentasikan detailnya dalam buku masaknya, Opera Dell’Arte del Cucinare (1570). Ia menjelaskan bagaimana makanan untuk konklaf disiapkan di dapur umum, diawasi ketat oleh penjaga Italia dan Swiss. Makanan diperiksa berlapis, tak boleh ada pai tertutup, tak boleh ayam utuh, dan semua minuman wajib di gelas bening. Bahkan serbet harus dibuka lebar untuk memastikan tidak ada yang diselipkan di dalamnya.

Adapun film Conclave rilisan tahun 2024 lalu pun menggarisbawahi hal ini. Banyak adegan penting justru terjadi di kafetaria, bukan di ruang pemungutan suara. Komunikasi terjadi lewat bahasa tubuh saat makan, bukan lewat debat panjang.

Makanan sehari-hari para kardinal saat itu tetap terdengar nikmat, yaitu salad segar, buah, charcuterie, air jernih, dan tentu saja anggur. Sel-sel tempat tinggal mereka pun nyaman, dihiasi sutra, ada tempat tidur besar, meja tulis, rak pakaian, hingga pispot dengan tutup.

Bagaimana dengan sekarang?

Di konklaf tahun 2025 ini, para kardinal tinggal di Domus Sanctae Marthae, rumah yang dulu menjadi tempat tinggal Paus Fransiskus selama 12 tahun masa kepausannya. Seluruh rumah disterilkan, seluruh jaringan internet diputus, bahkan para pegawai Vatikan harus memarkir kendaraan jauh dari area tersebut.

Makanan untuk para kardinal kini disiapkan oleh para biarawati. Menunya sederhana, khas masakan rumah daerah Lazio dan Abruzzo: minestrone, spaghetti, arrosticini (sate domba kecil), dan sayuran rebus. Nggak ada lagi menu mewah macam ayam panggang utuh.

Simbolismenya kuat, di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus, Gereja ingin menampilkan wajah yang sederhana, bersih, dan jauh dari kemewahan duniawi.

Ritual Sakral di Balik Pintu Tertutup

Melansir Kemenag RI, sebelum benar-benar “terkunci” pada 7 Mei 2025 pagi, semua kardinal berkumpul dalam misa Pro Eligendo Pontifice yang dipimpin Kardinal Giovanni Battista Re. Misa ini menandai dimulainya masa pengasingan.

Siang harinya, setelah makan siang di Domus, 133 kardinal berarak ke Kapel Paolina, lalu lanjut ke Kapel Sistina. Prosesi ini berlangsung hening, diiringi nyanyian doa kuno “Veni Creator Spiritus”, memohon Roh Kudus membimbing pilihan mereka.

Pukul 16.30 waktu Vatikan, satu per satu para kardinal mengangkat sumpah di atas Kitab Suci, bersumpah menjaga rahasia konklaf dan tidak melakukan pelanggaran apa pun. Siapa pun yang melanggar, berdasarkan aturan yang ditetapkan Paus Benediktus XVI, akan langsung dikenai hukuman ekskomunikasi.

Setelah semua bersumpah, terdengarlah seruan terkenal, “Extra Omnes!”, dan semua yang tidak berkepentingan harus keluar dari Kapel Sistina. Konklaf resmi dimulai.

Di setiap putaran pemilihan, para kardinal menuliskan pilihan mereka di kertas kecil bertuliskan Eligo in Summum Pontificem Meum (Saya memilih Pemimpin Tertinggiku).

Mereka berdoa, lalu memasukkan kertas ke dalam tempayan khusus. Setiap suara dihitung dengan seksama. Jika belum ada hasil, kertas-kertas dibakar dengan zat khusus hingga menghasilkan asap hitam. Kalau sudah ada Paus baru, asap putih mengepul dari cerobong Kapel Sistina, dan lonceng besar Basilika Santo Petrus berdentang panjang.

Paus terpilih akan dibawa ke camera lacrimatoria, “kamar air mata”, sebuah ruangan kecil di samping altar, tempat ia menenangkan diri sebelum muncul di balkon Basilika Santo Petrus untuk menyapa dunia.

Slot Deposit Qris 10k

ESDM Blak-blakan Tantangan Pengembangan Energi Terbarukan di RI

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyampaikan pemaparan dalam acara Endress+Hauser Indonesia Sustainability Recognition Forum 2025 di Jakarta, Kamis (8/5/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan komitmennya dalam pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia. Sekalipun dalam implementasinya, pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan yang cukup serius di lapangan.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Eniya Listiani Dewi menjelaskan Indonesia telah menyampaikan komitmen kepada dunia internasional untuk mencapai target net zero emission pada 2060. Namun, dengan catatan tetap memperhatikan ketahanan energi yang mencakup ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, dan keberterimaan.

Ia lantas mengungkapkan bahwa skor indeks ketahanan energi Indonesia saat ini masih cukup baik, yaitu berada di level 6,64 dari skala 10. Meski begitu, menurutnya aspek keberterimaan dan aksesibilitas terutama di wilayah terpencil dan kepulauan perlu ditingkatkan kembali.

“Tapi, kita perlu meningkatkan hal ini, terutama pada aspek keberterimaan. Aksesibilitas masih menjadi tantangan, namun yang paling rendah adalah keberterimaan terhadap energi terbarukan dan kesadaran lingkungan, khususnya di daerah terpencil dan kepulauan,” ujar Eniya dalam acara Endress+Hauser Indonesia, Sustainability Recognition Forum 2025, dikutip Jumat (9/5/2025).

Eniya mengakui tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah memasukkan energi terbarukan ke sistem kelistrikan di daerah terpencil. Sebagai contoh, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung yang sering mendapatkan penolakan dari warga lokal.

“Dalam isu panas bumi, terdapat masalah sosial di beberapa lokasi yang memerlukan edukasi masyarakat tentang energi terbarukan. Contoh lainnya adalah PLTS terapung yang juga menghadapi tantangan dari sisi keberterimaan masyarakat lokal,” ujarnya.

kas138

4 Multifinance Kurang Modal, OJK Kasih Opsi Cari InvestorTutup

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman saat konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK hasil RDKB April 2025. (YouTube/Otoritas Jasa Keuangan)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan empat perusahaan multifinance belum memenuhi ketentuan ekuitas minimal Rp 100 miliar. Sementara itu 12 dari 97 perusahaan P2P lending belum memenuhi ekuitas minimal Rp 7,5 miliar.

“Dua sedang dalam proses modal disetor OJK mendorong pemenuhan ekuitas minimum, baik berupa injeksi modal, dan strategic investor dan opsi pengembalian izin usaha,” kata Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan April 2025, Jumat (9/5/2025).

Sementara itu, pertumbuhan pembiayaan multifinace dan fintech P2P lending melambat per Maret 2025. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan multifinance pada tiga bulan pertama tahun ini senilai Rp 510,97 triliun, naik 4,6% secara tahunan (yoy).

Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, pertumbuhan tersebut melambat 132 basis poin (bps).

“Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 4,6% yoy pada Maret 2025. Di Februari 2025 lalu tumbuh 5,92% yoy,” kata Agusman.

Hal itu diikuti dengan rasio pembiayaan bermasalah atau nonperforming financing (NPF) gross sebesar 2,71% dan NPF net 0,8%.

Sementara itu, outstanding pembiayaan fintech P2P lending juga tumbuh melambat. Per Maret 2025 pembiayaan P2P lending naik 28,72% yoy menjadi Rp 80,02 triliun.

Pada bulan sebelumnya atau Februari 2025, pembiayaan P2P lending tumbuh 31,06% yoy.

Adapun tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) per Maret 2025 sebesar 2,77%, membaik dibandingkan dengan posisi tahun lalu 2,94%.

kas138

Panasonic Umumkan PHK 10.000 Karyawan, Ekonomi Lagi Sulit

FILE PHOTO: Panasonic's logo is seen on a wall of an electronic shop in Tokyo February 3, 2012.   REUTERS/Kim Kyung-Hoon/File Photo                   GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Raksasa elektronik asal Jepang, Panasonic, mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10.000 karyawan secara global. Keputusan drastis ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas di tengah tekanan ekonomi global dan perubahan permintaan pasar.

Panasonic, yang dikenal sebagai pemasok utama baterai untuk kendaraan listrik Tesla, mengungkapkan bahwa pemangkasan ini akan mencakup sekitar 4% dari total tenaga kerjanya yang mencapai hampir 230.000 orang di seluruh dunia. Langkah tersebut akan difokuskan pada tahun keuangan berjalan hingga Maret mendatang.

“Kami akan meninjau secara menyeluruh efisiensi operasional di setiap perusahaan grup, terutama di departemen penjualan dan nonproduksi,” kata Panasonic dalam pernyataan resminya, dilansir dari AFP, Jumat (9/5/2025).

“Kami akan mengevaluasi kembali jumlah organisasi dan personel yang benar-benar dibutuhkan,” tambahnya.

Perusahaan yang berbasis di Osaka itu menjelaskan bahwa pemangkasan tenaga kerja ini akan meliputi 5.000 karyawan di Jepang dan 5.000 lainnya di luar negeri, yang akan dilaksanakan “sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan, aturan, dan regulasi di setiap negara dan wilayah.”

Panasonic yang dikenal luas di seluruh dunia sejak pertengahan abad ke-20 melalui berbagai produk elektronik, seperti penanak nasi, televisi, hingga perekam video, kini berfokus pada restrukturisasi besar-besaran. Selain menjadi pemasok utama baterai untuk Tesla, Panasonic juga memiliki bisnis di sektor perumahan, energi, dan otomotif.

Pada Februari lalu, Panasonic telah menguraikan program reformasi manajemen sebagai bagian dari penyelesaian “berbagai masalah struktural” yang dihadapi perusahaan.

“Melalui reformasi manajemen saat ini, perusahaan bertujuan untuk meningkatkan keuntungan setidaknya sebesar 150 miliar yen (sekitar 1 miliar dolar AS),” ungkap Panasonic.

Dalam laporan keuangan tahunan yang dirilis pada hari yang sama, Panasonic memperkirakan penurunan laba bersih sebesar 15% untuk tahun ini, disertai penurunan penjualan hingga delapan persen. Di tahun keuangan yang berakhir pada 31 Maret 2025, perusahaan mencatat penurunan laba bersih sebesar 17,5% menjadi 366 miliar yen.

Panasonic juga mengakui bahwa pihaknya tengah menghadapi “perubahan lingkungan bisnis yang sedang berlangsung, seperti penurunan permintaan untuk kendaraan listrik (EV)”. Meskipun begitu, dampak dari tarif perdagangan Amerika Serikat belum diperhitungkan dalam perkiraan tersebut.

“Perusahaan terus memantau situasi tarif dan bertujuan meminimalisir dampak yang dihasilkan dengan mengambil langkah-langkah jangka pendek maupun jangka panjang,” tambahnya.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada April, CEO Panasonic Holdings, Yuki Kusumi, mengatakan kepada Nikkei bahwa pengurangan jumlah karyawan akan menjadi langkah yang diperlukan, meskipun saat itu ia belum merinci skala pengurangan tersebut.

“PHK diperlukan agar kami dapat bersaing di level yang kompetitif dengan perusahaan lain,” ujar Kusumi kepada Nikkei.

Meskipun langkah ini tergolong ekstrem, Kusumi menekankan bahwa dalam sejarahnya, Panasonic pernah melakukan ekspansi tenaga kerja secara bertahap selama periode yang menguntungkan.

kas138

RI Punya Rencana Listrik Baru, 70% dari Energi Terbarukan

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyampaikan pemaparan dalam acara Endress+Hauser Indonesia Sustainability Recognition Forum 2025 di Jakarta, Kamis (8/5/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan bahwa Indonesia akan memiliki Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) baru tahun 2025-2034. Di mana, porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) akan mencapai 70%.

“Jadi, jika kita dapat melihat, hingga nol bersih, kita akan memiliki 70% hingga 72% energi terbarukan,” jelas Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi dalam Sustainability Recognition Forum 2025, di Jakarta, dikutip Jumat (9/5/2025).

Tercatat, sampai pada awal tahun 2025 ini, bauran EBT baru mencapai sebesar 15%. Maka, Indonesia masih memerlukan investasi yang lebih besar lagi untuk mendukung terciptanya bauran EBT 72% tersebut.

“Energi terbarukan dalam bauran energi kita masih 15%. Jadi, kita harus melakukan banyak investasi. Kita ingin berkolaborasi dengan internasional untuk mencapai tujuan kita,” tambahnya.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah akan menggenjot pengembangan energi baru terbarukan melalui Tenaga Surya, Laut, Angin, Hidro dan Panas Bumi.

Khusus untuk hidro dan panas bumi, ini adalah dua jenis energi terbarukan baseload sebagai pengganti energi fosil seperti batu bara. “Energi terbarukan lainnya adalah yang terputus-putus. Jadi, kita harus mengelola penyimpanan,” katanya.

Nah, dalam 5 tahun mendatang pemerintah akan menambahkan infrastruktur penyimpanan energi dan juga membangun infrastruktur jaringan transmisi listrik.

“Dan juga, yang lain, kami akan memasang lebih banyak pada tenaga surya dan hidro. Dan juga, secara agresif, kami ingin lebih banyak pada energi angin,” tandasnya.

kas138

Catatan Kritis Terhadap Program Makan Bergizi Gratis

Sejumlah siswa saat mengikuti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Jati 03 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu, (7/5/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Di bawah gemerlap sorotan lampu Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, beberapa waktu lalu, Prabowo Subianto berteriak lantang: “Anak-anak kita akan makan bergizi! Gratis!”

Seluruh pendukung Prabowo dalam Pemilihan Umum Presiden 2024-2029 bersorak menyambut janji itu, seolah menjadi mimpi kolektif bangsa. Sebuah visi mulia tentang masa depan Indonesia yang lebih sehat dan cerdas, dimulai dari perut anak-anak demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kini, narasi megah itu pelan-pelan berubah bentuk, dari harapan menjadi kelelahan. Dapur umum yang dulu dielu-elukan kini menjadi ladang kerja sukarela tanpa bayaran hingga sempat tutup.

Pengusaha katering mulai mengeluh rugi karena harga yang ditekan tapi kualitas tetap dituntut tinggi. Dan yang paling ironis, anak-anak yang dijanjikan gizi, justru muntah karena makanan yang tidak layak (basi).

Janji politik itu belum sepenuhnya mati, tapi nyawanya kini tergantung pada benang rapuh antara idealisme dan realitas lapangan. Apakah janji ini akan benar-benar terealisasi, atau hanya akan menjadi wacana yang tak terwujud?

Mempertanyakan realisasi janji kampanye MBG
Ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai, semua masyarakat berharap ada perubahan nyata. Bahkan, saat kampanye di GBK, Prabowo  berjanji bahwa semua anak Indonesia akan mendapat makanan bergizi, dan tentu saja gratis.

Namun, di lapangan cerita berbeda. Di Kalibata, Jakarta Selatan, dapur yang semestinya menyediakan ribuan porsi makanan untuk anak-anak malah tutup. Polemik tunggakan Rp 1 Miliar pun mengemuka ke publik. Pemilik dapur menuntut pembayaran selama dua bulan yang belum sama sekali dibayarkan.

Janji manis itu kini justru terkesan kosong. Pemerintah seolah hanya membicarakan angka-angka besar tentang target stunting yang ingin diselesaikan pada 2045, namun realitasnya di lapangan sangat jauh dari harapan.

Pemerintah mengeklaim uji coba MBG di beberapa daerah berjalan “sukses”. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Di Sukoharjo, 40 siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan dalam program ini.

Di Nunukan, Kalimantan Utara, kasus serupa terjadi, dengan sejumlah anak dirawat akibat mengonsumsi makanan basi yang tidak sampai memenuhi standar gizi (Widyastuti, 2025).

Kejadian-kejadian seperti ini jelas menunjukkan bahwa gagal merencanakan dengan matang. Program besar seperti ini seharusnya didahului dengan penelitian yang mendalam tentang kebutuhan dan kapasitas distribusi.

Namun yang terjadi, distribusi makanan dilakukan tanpa perhatian pada waktu penyimpanan, kualitas bahan baku, dan keamanan pengolahan.

Pemerintah tentu saja tidak ingin disalahkan di hadapan publik. Dalam setiap pidato dan konferensi pers, mereka tetap bersikeras MBG adalah langkah besar menuju Indonesia bebas stunting pada 2045. Namun, di lapangan, warga merasa lebih seperti mereka menjadi kelinci percobaan tanpa jaminan yang jelas.

Prabowo selaku presiden sudah memberikan tanggapan mengenai kasus makanan basi dalam program MBG. Dalam rapat kabinet pada 5 Mei 2025, beliau mengonfirmasi adanya insiden keracunan yang melibatkan sekitar 200 orang dari lebih 3 juta penerima manfaat. Namun, beliau menekankan bahwa persentase kasus tersebut hanya sekitar 0,005% dari total penerima, yang dianggap menunjukkan tingkat keberhasilan program hingga 99,99%

Pernyataan Prabowo  soal insiden ini tampak lebih sebagai upaya meredam kritik ketimbang refleksi serius atas kegagalan di lapangan. Dengan menyoroti bahwa hanya 0,005% dari total penerima yang terdampak, pemerintah terlihat ingin mengemas masalah ini sebagai hal kecil, meskipun kenyataannya ratusan orang mengalami keracunan. Di balik statistik itu, ada nyawa dan kepercayaan publik yang dipertaruhkan, bukan sekadar angka.

Klaim bahwa makanan yang terkontaminasi berhasil dicegah sebelum dikonsumsi masyarakat terasa janggal ketika di saat bersamaan ada bukti keracunan massal. Ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan yang dijanjikan masih jauh dari andal. Pernyataan itu justru mempertegas bahwa pengawasan masih bocor dan evaluasi belum menyentuh akar masalah.

Lebih jauh, menyalahkan budaya makan dengan tangan sebagai salah satu penyebab keracunan memperlihatkan kecenderungan menyalahkan rakyat. Padahal, makan dengan tangan adalah tradisi yang sudah mengakar dan tidak serta-merta berbahaya jika sanitasi dijaga. Menyulut narasi semacam ini justru berisiko menciptakan stigma dan mengalihkan fokus dari ketidaksiapan sistem logistik negara.

Keseluruhan pernyataan Prabowo cenderung menampilkan keberhasilan dengan kacamata elitis dan sempit. Program MBG bukan sekadar proyek politik, ia menyangkut hak dasar anak-anak atas makanan yang layak. Maka ketika terjadi kegagalan, solusinya bukan dengan menyuguhkan persentase yang meninabobokan, tetapi membongkar akar persoalan dan memperbaiki sistem dari dalam.

Relawan terabaikan, makanan terbuang
Masalah lain yang muncul adalah keterlambatan pembayaran kepada relawan. Di Kalibata, dapur yang disiapkan untuk memasak makanan gratis terpaksa tutup karena dana yang dijanjikan pemerintah tak kunjung cair.

“Kami sudah memasak, tetapi tak bisa mengirimkan makanan karena tidak ada biaya untuk pengoperasian dapur,” kata relawan lain. Padahal, dapur itu dibuka untuk membantu anak-anak yang membutuhkan makanan bergizi, namun justru terhenti karena masalah anggaran (Suryadi, 2025).

Hal serupa terjadi di daerah lain. Pemerintah seolah mengabaikan para relawan yang bekerja keras untuk menjalankan program ini. Akibatnya, banyak makanan yang terbuang sia-sia, sementara anak-anak yang seharusnya mendapat manfaat dari program ini justru tidak mendapatkan apa-apa.

Ladang korupsi terbuka lebar
Kekhawatiran terhadap program MBG ini semakin meluas, terutama ketika sejumlah ahli mulai menyuarakan peringatan bahwa program ini bisa dengan mudah berubah menjadi ladang korupsi. Dengan anggaran jumbo mencapai Rp 400 triliun, tapi minim pengawasan, celah untuk penyalahgunaan terbuka lebar.

Dari pengadaan bahan makanan, pencairan dana, hingga mekanisme distribusi di daerah, semuanya berpotensi jadi titik rawan jika tak diawasi dengan ketat.

Muhamad Saleh, ekonom dari Celios, menyuarakan keprihatinan tajam. Ia menyebut bahwa anggaran sebesar itu, bila dikelola tanpa audit terbuka dan sistem transparansi yang jelas, sangat rentan diselewengkan.

“Kalau pengawasan lemah, yang diuntungkan bukan rakyat, tapi mereka yang dekat dengan pusat kekuasaan,” ujarnya lugas. Dalam ketiadaan kontrol, janji makan bergizi bisa berubah jadi bancakan politik.

Ekonomi lesu, program mahal
Di tengah tekanan ekonomi yang kian berat, pemerintah justru memaksakan program sosial berskala besar ini. Data Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,87% pada kuartal pertama 2025, angka yang lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.

Sementara itu, inflasi terus naik dan aktivitas di sektor produktif mulai menunjukkan tanda-tanda stagnasi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah saat ini merupakan waktu yang tepat untuk meluncurkan program dengan beban anggaran begitu besar?

Sejumlah ekonom mempertanyakan efektivitas MBG dalam konteks fiskal yang terbatas. Program ini dinilai dapat menguras anggaran negara tanpa memberikan dampak nyata dalam jangka pendek. Semasa hidup, Faisal Basri, ekonom senior, menilai bahwa fokus pemerintah seharusnya diarahkan pada sektor-sektor yang lebih produktif.

Belajar dari pengalaman negara lain
Lihatlah pengalaman negara-negara yang lebih dulu mengimplementasikan program serupa. Brasil, misalnya, dengan Programa Nacional de Alimentação Escolar (PNAE) yang sudah berjalan sejak 1955, berhasil memberikan makanan bergizi kepada anak-anak di sekolah, berkat kemitraan dengan petani lokal dan sistem pengawasan yang ketat.

Kenya pun memulai program serupa dengan melibatkan masyarakat setempat untuk mengelola distribusi makanan bagi anak-anak di sekolah-sekolah.

Meski begitu, kedua negara ini tidak luput dari masalah besar, terutama ketergantungan pada dana luar dan masalah distribusi yang sering terlambat. Ini menunjukkan bahwa tanpa pengelolaan yang transparan dan keberlanjutan pendanaan, program semacam ini bisa dengan mudah gagal.

Di sisi lain, Indonesia yang semangatnya tinggi justru terjebak dalam kekacauan yang bisa diprediksi. Program MBG yang diharapkan menjadi solusi nyata kini justru menghadapi masalah logistik, distribusi yang berantakan, dan kualitas makanan yang jauh dari harapan.

Makanan basi, keterlambatan distribusi, serta pengelolaan yang lemah telah menciptakan ketidakpastian yang hanya memperburuk kondisi. Kenyataan ini tidak hanya merusak kredibilitas pemerintah, tetapi juga memperpanjang masalah gizi buruk yang sudah seharusnya dapat diatasi.

Indonesia, yang seharusnya bisa belajar dari Brasil dan Kenya, malah menunjukkan bahwa pengelolaan yang buruk dan lemahnya pengawasan bisa menggagalkan suatu program besar. Jika Brasil berhasil melibatkan petani lokal dalam menyediakan makanan berkualitas, Indonesia tampaknya masih terhambat oleh koordinasi yang buruk antar lembaga dan kurangnya dukungan kepada sektor lokal.

Transparansi dan pengawasan yang ketat, yang menjadi kunci keberhasilan di negara lain, malah terbukti minim di Indonesia, yang berujung pada distribusi makanan yang tidak layak konsumsi.

Apa yang dijanjikan dengan gegap gempita kini terancam menjadi beban bagi rakyat Indonesia. Pemerintah seharusnya segera melakukan evaluasi mendalam dan memperbaiki banyak aspek dalam pelaksanaan MBG, mulai dari pengawasan distribusi, kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat, hingga alokasi dana yang lebih transparan dan tepat sasaran.

Tanpa perbaikan yang nyata, program ini hanya akan menjadi ladang potensi korupsi dan ketidakadilan, alih-alih menjawab masalah kelaparan dan gizi buruk yang mengakar di Indonesia. Jika pemerintah tidak segera bertindak tegas, janji tersebut akan terhanyut dalam arus kegagalan yang hanya menyisakan kekecewaan.

kas138

ChatGPT Tunjuk CEO Baru, Sam Altman Buka Suara

Mantan CEO Instacart, Fidji Simo. (Instagram/fidjissimo)

Raksasa AI OpenAI menunjuk CEO baru, Fidji Simo. Mantan CEO Instacart tersebut diberi jabatan ‘CEO of Application’.

Penunjukan ini tak menghilangkan jabatan Sam Altman sebagai CEO OpenAI. Artinya, OpenAI akan memiliki dua CEO yang memiliki peran berbeda.

“Fidji Simo bergabung sebagai CEO of Applications dan melapor langsung kepada saya,” kata Altman dalam pengumuman yang dirilis di laman resmi OpenAI, dikutip Jumat (9/5/2025).

“Saya tetap menjadi CEO OpenAI dan melanjutkan pengawasan keseluruhan untuk berbagai pilar OpenAI, mulai dari riset, komputasi, dan aplikasi. Saya memastikan kami tetap sejalan dan terintegrasi di berbagai area,” Altman menambahkan.

Lebih lanjut, Altman menekankan visi awal OpenAI yang berperan sebagai lab riset dengan misi memastikan kecerdasan buatan umum (Artificial General Intelligence/AGI) mendatangkan manfaat bagi semua orang.

Menurutnya, dalam 2,5 tahun terakhir, OpenAI mulai melakukan dua peran tambahan yang signifikan. Pertama, OpenAI menjadi perusahaan produk global melalui layanan populer ChatGPT yang melayani ratusan juta masyarakat di seluruh dunia dan terus bertumbuh pesat.

Kedua, belakangan OpenAI juga mulai menjelma menjadi perusahaan infrastruktur yang membangun sistem untuk membantu riset mendalam dan penyaluran tool AI berskala besar.

Pekan ini, OpenAI juga mengumumkan rencana baru untuk menonjolkan induk nirlaba (non-profit) yang mengontrol bisnis laba mereka (for-profit).

“Setiap upaya besar ini bisa menjadi perusahaan besar yang berdiri sendiri. Kami sangat beruntung bisa menjalankan semuanya sekaligus dan membawa pemimpin-pemimpin hebat sebagai kuncinya,” kata Altman.

Hal ini yang menjadi alasan OpenAI menunjuk Fidji Simo sebagai CEO of Applications. Dengan begitu, produk-produk konsumen OpenAI bisa memiliki pemimpin sendiri yang fokus mengembangkan layanan, tetapi tetap memberikan laporan ke Altman.

“Aplikasi menyatukan sekelompok tim bisnis dan operasional yang ada dan bertanggung jawab atas bagaimana penelitian kami menjangkau dan memberi manfaat bagi dunia. Fidji memiliki kualifikasi unik untuk memimpin kelompok ini,” Altman menuturkan.

Fidji Simo diketahui bertugas sebagai anggota dewan OpenAI selama setahun terakhir. Altman menilai Fidji Simo telah memberikan kontribusi besar bagi perusahaan dalam kapasitasnya sebagai anggota dewan.

“Ia akan beralih dari perannya di Instacart selama beberapa bulan ke depan dan bergabung dengan OpenAI akhir tahun ini,” ujar Altman.

Dalam jabatan barunya, Fidji dikatakan akan fokus menjalankan fungsi tradisional perusahaan, yakni meningkatkan skala OpenAI ke fase pertumbuhan selanjutnya.

“Saya akan terlibat secara dekat dalam keputusan-keputusan perusahaan,” kata Altman.

“Fidji membawa ramuan langka yang menggabungkan keahlian dalam kepemimpinan, produk, operasional, serta komitmen nyata untuk memastikan teknologi kami bermanfaat bagi semua orang,” ia menambahkan.

Untuk mendukung Fidji Simo dan tim Applications, Altman akan lebih fkus pada riset, komputasi, dan sistem keamanan.

“Bergabung dengan OpenAI di momen penting ini merupakan kemewahan dan tanggung jawab besar. Perusahaan ini berpotensi mengakselerasi potensi manusia dengan kecepatan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Saya berkomitmen untuk membentuk aplikasi-aplikasi ini bagi kepentingan semua orang,” kata Fidji Simo dalam keterangan resminya.

kingslot

Aksi Premanisme Berkedok Ormas, Mensesneg: Presiden Prabowo Resah

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. (Instagram/prasetyo_hadi28)

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan aksi premanisme berkedok organisasi masyarakat (Ormas) sudah menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto.

“Jadi Pak Presiden, pemerintah, betul-betul resah,” kata Prasetyo, ketika ditanya terkait Satgas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Kemasyarakat (Ormas), di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (9/5/2025).

Pasalnya aksi premanisme yang dibungkus melalui ormas ini sudah menciptakan keresahan. Juga tidak menciptakan iklim bisnis yang kondusif.

Alhasil, lanjut Prasetyo, Presiden sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Kepolisian untuk mencari jalan keluar terkait masalah ormas yang meresahkan. Ia menyebut salah satu upaya yang akan dilakukan seperti melakukan pembinaan kepada Ormas.

“Untuk mencari jalan keluar terhadap pembinaan terhadap teman-teman ormas supaya tidak mengganggu iklim perusahaan dan mengganggu keamanan, ketertiban, masyarakat,” katanya.

Namun, dia memastikan jika ditemukan pelaku yang melanggar aturan hukum agar segera ditindak.

“Kalau memang ditemukan tindak-tindak pidana ya sanksi, kan begitu. Kalau sampai tingkat tindak pidana ya dianggap itu sudah tidak ditoleransi, ya tidak menutup kemungkinan juga. kan kita harus evaluasikan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, upaya kongkret yang akan dilakukan pemerintah untuk menindak tegas perlikau premanisme dan aktivitas ormas yang meresahkan masyarakat.

“Kami akan segera membentuk Satgas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Ormas serta melakukan pembinaan terhadap ormas-ormas bermasalah yang mengganggu keamanan dan menghambat investasi. Satgas ini akan melibatkan TNI, Polri, dan seluruh instansi terkait dalam satu komando yang terpadu dan responsif,” jelas dia, dalam keterangan.

Sebelumnya, sejumlah pengusaha mengaku resah karena tindakan premanisme ormas seperti meminta Tunjangan Hari Raya (THR) hingga jatah proyek. Mereka adalah Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga, Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Banten Syaiful Bahri, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ian Syarief, hingga Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Banten Syaiful Bahri.

kingslot